TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Warga Sembahyang Bersama Seiring Level Gunung Agung Bertambah

Ratusan warga mengungsi di GOR Swecapura pada Senin, 25 September 2017 dan menggelar persembahyangan bersama. Pendeta sebanyak 12 turut tergabung di Paguyuban Sulinggih Satya Dharma Santi untuk memimpin doa agar masyarakat Bali meminimalisir dampak status Gunung Agung yang meningkat menjadi Awas. Peningkatan ini mulai 25 September 2017  peningkatan status Siaga menjadi Awas. Sehingga jumlah warga yang mengungsi pun meningkat. Saat ini ada 20 ribu warga lebih mengungsi ke beberapa lokasi, tersebar ditujuh kabupaten Pulau Bali.

 

Untuk membantu pengungsi, berbagai fasilitas telah dibangun. Salah satunya dapur umum di Kabupaten Klungkung. Di sana hidangan untuk pengungsi yang jumlahnya belasan ribu, setiap harinya dimasak. Fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan para pengungsi adalah penitipan ternak warga di Desa Besang (Klungkung). Lokasi penitipan di pemakaman desa, areanya luas dan  didekat lokasi pengungsian. Sementara untuk makanan ternak yang dititipkan diberi pemiliknya sendiri

 

Pos Pengungsian Kekurangan Relawan

Semakin banyaknya pengungsi Gunung Agung membuat kekurangan tenaga mengurusi semua keperluan mereka. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klungkung, Putu Widiada mengakui bila beberapa pos pengungsian sedang mengalami kekurangan relawan. Salah satunya Pos Pengungsian GOR Swecapura. Misalnya penanganan untuk masalah dapur umum yang saat ini ditangani oleh Dinas Sosial Klungkung dan tagananya.

 

Mereka sudah bekerja cukup maksimal. Tapi, kapasitas tenaga yang hanya berjumlah 20 orang, harus mengurus pengungsi sebanyak 15 ribu sudah pasti kewalahan. Beberapa warga pun akhirnya berinisiatif membantu menyiapkan makanan bagi pengungsi. Namun, tetap saja masih membutuhkan tenaga tambahan guna keperluan memasak. Untuk itu, Putu Widiada mengimbau pada relawan yang ingin membantu segera mendaftarkan diri. Semakin banyak relawan akan semakin bagus, apabila terkoordinasi dengan baik.

 

Di sisi lain, sejumlah relawan selalu berdatangan. Salah satunya Fany Hermawan, seorang pemuda dari Jakarta yang ingin membantu pos pengungsian. Fany Hermawan adalah pengusaha restoran dan memiliki pengalaman dalam penanggulangan bencana saat erupsi Gunung Merapi. Fany mengatakan bahwa dirinya di Bali sedang liburan. Ketika mendengar Gunung Agung mau meletus akhirnya memilih jadi relawan,

 

Kebetulan, selain pemilik enam restoran, Fany juga sebagai sebagai chef. Fany ingin mendedikasikan dirinya untuk pengungsi. Di sana Fany tak sendiri, ia bersama 5 temanya akan akan menjadi relawan sampai waktu yang tak ditentukan. Fany juga mengatakan bahwa dirinya kemungkinan akan menjadi relawan sampai bencana usai. Apalagi orang tua dan istri sangat mendukungnya.

 

Pengungsi Gunung Agung Mencapai 60 Ribu

Sebanyak 59.820 jiwa terdampak potensi dari letusan Gunung Agung. Mereka mengungsi ke beberapa titik pengungsian. Menurut Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat bahwa warga yang mengungsi antara lain di Klungkung, sebanyak 14.808 jiwa. Terdapat 114 titik pengungsian. Titik pengungsian Dewa poker terbesar ada di GOR Sueca Pura sebanyak 3.789 jiwa. Kabupaten Karangasem sebanyak 30.012 jiwa tersebar dienam kecamatan. Kabupaten Bangli, mencapai 7.047 jiwa tersebar pada 23 titik pengungsian.

 

Selain itu, 6.486 warga Buleleng mengungsi ke 11 titik yang tersebar di sana. Di Denpasar, tercatat 1.467 jiwa dan mengungsi di 15 titik. Sedangkan untuk Kabupaten Tabanan juga Badung masih dalam pendataan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Kemsos dalam menangani bencana ini antara lain berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemprov Bali dan Dinas Sosial  setempat.

Demikianlah Status Gunung Agung yang ditingkatkan menjadi Awas. Sehingga banyak warga yang lebih memilih untuk pergi dari rumah dan mengungsi ke pos-pos yang aman. Nah bagi anda yang ingin jadi relawan bisa mendaftarkan diri atau bagi yang ingin membantu mereka dengan uang ataupun bahan makanan dapat disalurkan melalui panitia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>