TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Video Assistant Referee Sudah Muncul Sejak Tahun 2010 Silam

Setelah laga pembuka antara Rusia menghadapi Selandia Baru dalam Piala Konfederasi 2017, dalam dua laga berikutnya munculah sebuah teknologi wasit terbaru berupa Video Assistant Referee yang jauh lebih akurat untuk membantu wasit menentukan keputusannya. Namun ini justru tidak memberikan kepuasan karena seolah sebagian tim justru merasa dirugikan dan sebenarnya apa itu VAR, sejak kapan VAR itu ada dan fungsinya.

Video Assistant Referee Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 2010

Kehadiran Video Assistant Referee pada pertandingan sepak bola di dalam turnamen Piala Konfederasi 2017 ini sebenarnya dimaksudkan supaya tidak ada protes keras mengenai keputusan wasit akan sesuatu dan sebenarnya ingin membuat nyaman kedua tim yang bertanding. Hanya saja ternyata tidak semuanya berjalan dengan lancar bahkan teknologi yang sudah canggih ini pun juga membuat para pemain protes keras bahkan publik yang menontonnya hingga berakhirnya pertandingan karena dengan adanya VAR, justru ada tim yang merasa diuntungkan namun pihak lainnya justru ada yang merasa tidak diuntungkan. Ini terjadi pada Portugal Minggu malam kemarin.

Sementara Chile juga dirugikan namun ternyata mereka berhasil menang. Menurut pelatih Chile, sebenarnya ini juga memiliki sisi negatif dengan kehadiran VAR sebab ini membuat pemain sulit untuk beradaptasi dengan permainan dan juga tidak bisa bergerak bebas sebab mereka akan selalu dimonitori oleh wasit elektronik ini. Bahkan pelatih Chile pun juga melanjutkan jika pemain juga dapat terpengaruh dengan adanya keputusan wasit apalagi yang sifatnya menguntungkan pihak lain. Ini akan membuat para pemain kehilangan fokusnya. VAR ini sebenarnya bukan teknologi yang baru melainkan sudah digunakan sejak tahun 2010 silam oleh Sepp Blatter yaitu presiden FIFA kala itu.

Namun untuk uji cobanya memang baru digunakan di pertandingan musim ini. Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa tujuan utama adanya VAR ini adalah untuk membantu wasit membuat keputusan. Di dalam teknologi ini, yang ditugaskan adalah tiga asisten wasit dengan satu orang yang akan menyaksikan pertandingan dewa poker melalui monitor. Nantinya mereka akan melihat kejadian ulang yang terjadi dan setelah ditinjau, maka mereka akan segera memberitahukan wasit mengenai yang terjadi dan kemudian wasit di lapangan yang akan mengambil keputusan setelah mengetahui fakta yang terjadi. Teknologi ini memang ingin diterapkan di liga domestik untuk wilayah Eropa satu musim.

Penerapan Video Assistant Referee Sejak Tahun 2010

Musim lalu, Serie-A Italia sudah menggunakannya sebanyak dua kali ketika pertandingan mempertemukan antara Torino vs Fiorentina dan juga AC Milan vs Sassuolo meskipun akhirnya teknologi ini berhenti dan tidak lagi mereka gunakan sama sekali. Kemudian FIFA kembali menerapkannya untuk pertandingan resmi turnamen Piala Dunia Antarklub yang diselenggarakan tahun 2016 silam. Kejadian yang aneh justru menimpa pemain bintang dunia Cristiano Ronaldo dari Real Madrid sebab di babak semifinal, Ronaldo mencetak gol kedua menuju gawang lawannya Club America namun wasit bingung apakah Ronaldo ini sah mencetak gol atau justru terkena offside.

Wasit yang saat itu memimpin yaitu Enrique Caceres mencoba untuk meminta penyelidikan ulang namun pada akhirnya wasit di lapangan itu mengesahkan gol Ronaldo tanpa melihat sedikitpun video tayangan ulang ini. Di turnamen yang sama, juga pernah ada muncul keputusan pinalti yang dilakukan berkat adanya pertolongan dari VAR ketika Kashima Antlers berhasil menekuk Club America dengan 3-0. Sebelum memutuskan pinalti ini, Vicktor Kassai sebagai wasit mencoba untuk melihat lebih dulu pelanggaran yang terjadi.

Banyak pula yang menilai bahwa munculnya Video Assistant Referee ini membuat keseruan dalam permainan sepak bola menjadi menurun karena semuanya harus menunggu pengesahan wasit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>