TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Sinopsis Dan Review Film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Film nasional kembali menorehkan prestasi di kancah perfilman internasional dengan  pemutaran perdaya film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak di La Quinzaine des réalisateurs, atau Forum Sutradara. Forum tersebut adalah  ajang kompetisi yang digelar paralel dengan Festival Film Cannes di Prancis tahun 2017. Pasca pemutaran perdananya Film ini menuai banyak pujian kritikus, termasuk juru program dan publik festival itu. Untuk bioskop Indonesia sendiri Anda dapat menyaksikan film tersebut mulai Tanggal 16 November 2017. Inilah synopsis yang review singkat film tersebut untuk Anda.

 

Synopsis film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film ini memang tak mengangkat kisah pembunuhan biasa karena Marlina harus membela dirinya dari ancaman pembunuhan sekaligus pemerkosaan dari 7 laki-laki sekaligus. Tak ada yang bisa membelanya karena sang suami sudah meninggal dengan muminya yang masih terduduk di pojok ruang tengah rumah yang ia tinggali. Tetapi kepergian suaminya justru meninggalkan kepahitan bagi Marlina karena ia meninggalkan sejumlah hutang yang kini menjadi tanggungannya.

 

Markus dan gerombolannya pun menyatroni rumah Marlina untuk menagih hutang tersebut dan secara sepihak menetapkan bahwa ternak Marlina kini menjadi miliknya yaitu 10 ekor babi, 10 ekor kambing, dan 7 ekor ayam. Yang lebih keji lagi Marlina juga harus rela tidur bersama 7 lelaki tersebut. Maka Marlina pun murka karena ia tak sudi menjadi korban sehingga harus membereskan sendiri seluruh urusannya. Ia pun meracuni seluruh perampok tersebut dan memotong kepala Markus. Ia memutuskan untuk menentukan nasibnya sendiri, seorang wanita yang tanpa perlindungan di tengah-tengah masyarakat yang patriarchal.

 

Marlina lalu membawa barang bukti ke kantor Polisi, ia menjinjing kepala Markus dan menyerahkan diri ke polisi karena telah melakukan pelanggaran hukum dengan membunuh. Selain itu ia juga hendak berargumen bahwa pembunuhan itu terpaksa karena ia harus membela diri. Tetapi para polisi di kantor terlalu sibuk bermain ping pong dan membiarkan Marlina menunggu. Sementara ada dua orang dari gerombolan perampok tersebut yang tak mati dan kini mengejar Marlina untuk membalas dendam. Lagi-lagi wanita perkasa itu harus mengurus dirinya sendiri karena tak mungkin menyandarkan dirinya pada polisi dan hukum untuk berlindung.

 

Review film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak

Pada adegan kedatangan Marlina ke kantor polisi untuk menyerahkan diri menunjukkan bahwa ia memiliki sensibilitas hukum walaupun telah mengalami ketidakadilan. Ini dapat dikatakan sindiran terhadap dunia patriarki, dunia laki-laki yang secara tak langsung memaksa Marlina untuk melakukan pelanggaran hukum demi mempertahankan hidup sambil tetap memegang teguh kepatuhannya kepada hukum. Selain itu para petugas Polisi yang sibuk bermain ping pong juga membuat penonton menyaksikan kondisi yang mungkin sudah jamak terjadi di Negara kita yaitu birokrasi yang lamban. Penegak hukum pun faktanya dibatasi oleh banyak hal, mulai dari sudut pandang mereka yang meremehkan trauma korban pemerkosaan, kekurangan perangkat, serta minimnya fasilitas untuk memenuhi prosedur standar yang telah ditetapkan.

 

Film ini mau tak mau memang mengingatkan penonton akan ciri khas film-film ala Wild Wild West atau koboi, yaitu penegakan hukum yang absen, penyerangan oleh gerombolan (perampok), nafsu membalas dendam, hingga duel penutup untuk mengakhiri masalah sebagai ending film. Tak hanya dari segi alur cerita, secara artistik film tersebut juga kental memenuhi genre western tersebut misalnya pada adegan menunggang kuda atau motor menempuh jarak yang jauh, latar belakang berpadang savanna, hingga kontras-kontras visual pada teknik editing. Mungkin pemilihan style tersebut untuk memudahkan film Raja poker ini masuk pada penonton film yang lebih global serta kritikus walaupun memang agak jarang ditemui pada film-film di tanah air sendiri.

 

Nah, selamat menonton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>