TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Pengamat Mengungkapkan Ada Peningkatan Aksi Penyerangan Pada Polisi

Banyak yang berspekulasi bahwa aksi penusukan yang melukai 2 anggota polisi di salah satu masjid di Jakarta Selatan pasalnya diyakini tidak berhubungan dengan aksi penyerangan terhadap polisi yang mana menewaskan 1 polisi di Sumatra Utara pada Idul Fitri tahun lalu.

Pengamatan dari Pakar Terorisme

Tapi seorang pengamat terorisme sangat yakin bahwa ada peningkatan terhadap aksi terorisme yang mana lebih menyasar ke polisi. Polisi sudah banyak menjadi target serangan sejak bom Sarinah tahun 2016. Hal ini sudah diakui oleh pakar-pakar terorisme Asia Tenggara serta direktur IPAC (Institute for Policy Analysis of Conflict), Sydeny Jones. Ia juga melihat adanya kenaikan tingkat aksi terorisme yang dilakukan jaringan teroris yang ada di Indonesia.

Jones mengatakan, “Jelas ada eskalasi karena untuk sekarang ini ada beberapa serangan dari siapa pun dan juga di mana pun menggunakan senjata entah itu menggunakan pisau atau bom. Saya kira tujuan dari aksi teror itu benar-benar untuk meneror, membuat seluruh jajaran polisi takut pada mereka dan menunjukkannya bahwa tidak ada orang yang akan aman walaupun itu penegak hukum. Saya kira mereka terinspirasi dengan apa yang terjadi di Marawi.”

Namun pasalnya, sampai saat ini, Irjen Setyo Wasisto, juru bicara Mabes Polri, mengatakan bahwa ia dan pihaknya belum memiliki bukti apapun jika Mulyadi, pelaku penusukan pada dua orang anggota Brimob di Jakarta Selatan, adalah bagian dari jarintan teror atau pun terkait dengan penyerangan Polda Sumut yang terjadi pada dini hari menjelang Idul Fitri yang mana di kejadian itu menewaskan satu orang polisi.

Meski demikian, Jones melihat bahwa kejadian penyerangan yang banyak terjadi pada polisi tidak lah lepas dari jaringan terorisme. Ia menambahkan, “Sebagian besar masih dari beberapa jaringan tertentu. Ada 1 kasus saja, beberapa bulan yang lalu. Saat itu ada satu orang tanpa afiliasi yang mencoba untuk menyerang Polres yang ada di Banyumas. Tapi yang lain semuanya punya afiliasi dengan jaringan.”

Tak Ada Hubungannya dengan Jaringan Teroris yang Lain

Menurut Jones, “ada kemungkinan bahwa serangan yang ada di Medan dan juga Masjid yang ada di Jakarta Selatan itu tidak ada hubungannya dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)” meskipun ia menegaskan untuk menunggu kepastian dari hasil penyidikan polisi.

Sedangkan Sidney mengatakan, “Sebelumnya kalau melihat bom Thamrin dan Kampung Melayu, pelakunya berasal dari organisasi togel online¬†yang sama yang mana menamai dirinya JAD. Tapi sekarang sudah ada organisasi lain yang pro ISIS namun tak jadi hierarki JAD.”

Dan dalam sepekan terakhir, sudah ada 3 orang anggota polisi yang jad korban penyerangan. Pada Idul Fitri lalu, seorang polisi tewas setelah 2 pelaku yang mana disebut sebagai bagian dari serangan JAD menyerang pos penjagaan. Sementara itu dua orang polisi terluka setelah sholat karena ada aksi penusukan yang mana dilakukan oleh seorang pedagang kosmetik yang kemudian teridentifikasi sebagai Mulyadi.

Walaupun aksi ini terjadi secara berdekatan, tapi polisi tak menemukan adanya kaitan antara keduanya. Setyo mengatakan, “Dari hasil pemeriksaan para saksi yakni kakak iparnya, teman SMA, kakaknya dan teman berdagangnya, mereka mengatakan bahwa Mulyadi terinspirasi dari aksi yang ia lihat di media sosial lewat handphone. Mulyadi mengatakan ia menganggap ISIS itu baik, khilafah yang baik sehingga ia merasa perlu memusuhi polisi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>