TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Pastor Ethiopia Tewas diterkam Buaya Saat Baptisan di Danau

Upacara pembaptisan di tepi danau terpaksa harus berakhir tragis karena adanya seekor buaya besar yang melompat dari dalam air dan akhirnya menerkam seorang pastor di Ethiopia.

Buaya Menerkam Pastor Saat Membaptis

Ia lah Docho Eshete, pria 45 tahun, yang diduga diterkam buaya sesaat setelah ia mengawali acara pembaptisan massal untuk 80 orang yang bertempat di Danau Abaya di selatan Ethiopia.

“Ia membaptis orang pertama, dan satu orang lagi, kemudian yang seterusnya,” ungkap Ketema Kairo, warga setempat yang menjadi saksi seperti dilansir dari CNN Indonesia, hari Rabu (6/6) kemarin. “Tiba-tiba ada seekor buaya melompat keluar dari danau dan akhirnya menerkamsang pastor,” ungkapnya lebih lanjut.

Pastor Docho juga menderita luka-luka karena gigitan buaya di bagian tangannya, punggung, dan kaki juga. Ketika para jemaat masih dicekam rasa takut menyaksikan tragedy itu, nelayan setempat akhirnya bergerumul untuk menyelamatkan sang pastor itu. akan tetapi dengan jalanya, mereka Cuma bisa mencegah buaya menyeret jasad Pastor Docho ke tengah danau yang mana letaknya di dekat Kota Arba Mich. Buaya tersebut dikabarkan berhasil lari.

Danau Abaya, adalah danau paling besar kedua di Ethiopia. Di sana disebut-sebut danau yang amat sangat indah. Akan tetapi di buku panduan perjalanan Lonely Planet, diperingatkan bahwa danau itu memiliki populasi buaya yang besar. Tidak hanya itu, dikabarkan juga buaya yang ada di sana juga sangat agresif pada manusia dan juga hewan yang ada di sekitarnya. Hal ini karena menurut warga di sana jumlah ikan yang ada di sana cukup sedikit padahal buaya-buaya itu memakan ikan di danau itu.

Jenis Buaya Nil

Dilansir dari CNN Indonesia juga, buaya yang mana menewaskan Pastor Docho diduga jenis Buaya Nil. Buaya Nil sendiri bisa tumbuh sepanjang 6 meter dengan berat mencapai kurang lebih satu ton. Spesies ini diduga sudah menyerang lebih dari 300 orang di Afrika tiap tahunnya.

Dibandingkan dengan jenis buaya yang lainnya, Buaya Nil ini ada di peringkat ketiga sebagai hewan yang menyebabkan kematian manusia di Afrika setelah kuda nil dan singa. Salah satu studi juga mencatat bahwasanya Buaya Nil ini adalah predator oportunistik yang mana melakukan penyergapan. Adapun manusia dipandangnya sebagai makhluk yang lemah dan bergerak sangat lambat di sungai, ketimbang mamalia yang sekuruan yang lainnya. Karena itu lah dianggap sebagai mangsa yang mudah utnuk didapatkan.

Waspada Serangan Buaya

Hal serupa juga dikhawatirkan oleh Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sutik, yang mengimbau pada para turis yang sedang melakukan kegiatan wisata menyusuri Sungai Mentaya supaya selalu waspada pada adanya serangan buaya yang berhabitat di sekitar kawasan perairan judi togel online itu.

Menurut Sutik sendiri, mengganasnya serangan buaya di aliran Sungai Mentaya ini karena habitat mereka dirasa mulai terganggu dan mereka juga mulai kesulitan mendapatkan makanan. “Pengelola maupun juga wisatawan susur sungai Mentaya hendaknya tak mengabaikan keselamatan, karena belakangan ini buaya yang berada di aliran Sungai Mentaya sering sekali menyerang manusia,” ungkap Sutik beberapa bulan yang lalu dilansir dari CNN Indonesia.

Dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan tak mengabaikan peraturan keselamatan, maka diharapkan wisatawan-wisatawan dapat aman dan juga terhindar dari serangan buaya. “Keamanan sangat penting, seperti mengenakan pelampung, tak bermain air, dan juga tak melakukan susur sungai menjelang sore hari ke malam harinya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>