TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Macau Open 2017, Asa Ganda Putri dan Tunggal Putra Yang Terjaga

Ajang Macau Open 2017 bisa menjadi uji coba bagi PBSI untuk menentukan sektor-sektor badminton mana yang masih memiliki harapan dan yang mana harus dibenahi maksimal. Dilangsungkan di Tap Seac Multisport Pavilion, Macau pada 7-12 November 2017, Indonesia memang tidak diwakili para atlet-atlet kelas A mereka.

 

Kabar gembira diberikan oleh sektor ganda putri yang membawa lima wakil dan tiga di antaranya merebut tiket ke babak kedua. Bahkan ada satu partai senegara yakni Yulfira Barkah/Nitya Krishinda Maheswari yang berjumpa dengan Mia Mawarti/Ganis Nur Rahmadani pada Rabu (8/11) kemarin. kemenangan diraih Yulfira/Nitya yang menang telak 21-12 dan 21-10 hanya dalam waktu 28 menit saja, seperti dilansir Bolasport.

 

Kekalahan Mia/Ganis itu rupanya disusul oleh Monika Intan Tutiharta/Debora Rumate Vehrenica yang kalah telak 8-21 dan 6-21 dari pasangan ganda putri China, Huang Yaqiong/Yu Xiaohan dalam pertandingan 20 menit itu.Beruntung, Yulfira/Nitya disusul oleh Della Destiara Haris/Tiara Rosalia Maheswari yang mengalahkan ganda putri Jepang, Misato Aratama/Akane Watanabe dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani yang mengalahkan pasangan Taiwan, Yu Chieh Cheng/Ling Fang Hu.

 

Tunggal Putra Tempatkan Dua Wakil di Macau Open 2017

 

Langkah Yulfira/Nitya memang cukup menjanjikan karena mereka baru dua kali dipasangkan bersama. Sekedar informasi, Nitya sebelumnya dipasangkan oleh Greysia Polii yang sukses menjuarai Prancis Terbuka Superseries 2017 bersama Apriyani Rahayu. Kini Nitya diharapkan mampu membawa Yulfira bersinar bersama.

 

Hampir sama sepert ganda putri, tunggal putra juga kehilangan dua wakil mereka. Di mana Dionysius Hayom Rumbaka harus kalah dari tunggal China, Zhao Junpeng dan Panji Ahmad Maulana yang dikalahkan tunggal Malaysia, Chong Wei Feng. Wakil yang tersisa adalah pemain badminton satu generasi dengan tunggal putra terbaik Indonesia saat ini, Jonatan Cristie yakni Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan menang atas wakil Taiwan 21-12 dan 21-14 dalam waktu 36 menit, seperti dilansir Bolasport.com.

 

Langkah Ihsan diikuti oleh Firman Abdul Kholik yang secara mengejutkan menang rubber games melawan wakil Taiwan, Lin Yu Hsien. Firman memenangkan pertandingan 58 menit itu dengan skor 17-21, 21-16 dan 21-12.

 

Nasib Buruk Tunggal Putri

 

Awan suram sepertinya masih belum pergi dari sektor tunggal putri badminton Indonesia. Belum adanya pemain Poker88 bersinar seperti era Susi Susanti jelas menjadi PR besar bagi PBSI. Apalagi mengingatAsian Games 2018 sudah di depan mata, tunggal putri adalah sektor terlemah dari seluruh sendi badminton Tanah Air. Dibandingkan dengan sektor badminton lainnya, tunggal putri memang seolah mati suri dan memiliki regenerasi yang macet.

 

Di hari kedua penyelenggaraan Macau Open 2017, satu persatu perwakilan tunggal putri harus angkat koper. Kekalahan pertama datang dari Rusydina Antardayu Riodingin yang menyerah 17-21 dan 10-21 dari pemain Malaysia, Yen Mei Ho. Gregoria Mariska Tunjung juga kalah dari pemain China, Cai Yanyan, meskipun sudah melawan selama 56 menit dengan skor 14-21, 21-15 dan 21-13. Berturut-turut ada Yulia Yosephin Susanto yang dikalahkan pemain Jepang, Haruko Suzuki dan Jesica Muljati yang dikalahkan pemain Taiwan, Sung Shuo Yun.

 

Satu-satunya wakil Indonesia yang menyelamatkan harkat dan martabat tunggal putri adalah Fitriani yang bertarung gigih selama 75 menit melawan pemain Jepang, Ayumi Mine. Fitriani mengalahkan Mine dengan skor 21-12, 18-21 dan 21-19. Sementara wakil terakhir yakni Ruselli Hartawan terhenti usai dikalahkan wakil Taiwan, Pai Yu Po.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>