TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Film-Film Nasional Dengan Latar Indonesia Timur

Kecantikan bentang alam di kawasan Indonesia Timur seolah menjadi surga bagi para pecinta traveling, fotografer, dan para sineas untuk mengabadikan keindahan alamnya dalam berbagai media. Tanah Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua yang sangat eksotis rupanya membuat para sineas jatuh cinta sehingga menjadikannya sebagai latar dalam pembuatan film. Berikut ini adalah referensinya bagi Anda.

 

Film-film dengan latar belakang kawasan Indonesia Timur

Setelah menyaksikan film-film berikut ini Anda pasti tak tahan untuk dapat menginjakkan kaki di Indonesia Timur dan menikmati secara langsung kecantikan alamnya.

 

Denias, Senandung di atas Awan

Film yang dirilis tahun 2006 ini seluruh pengambilan gambar dilakukan di tanah Papua. Kisahnya adalah tentang seorang anak bernama Denias yang berasal dari suku dalam Papua tetapi bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan secara layak. Pesan moral dalam film ini adalah menunjukkan timpangnya pendidikan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Film yang digarap oleh sutradara John de Rantau tersebut bahkan berhasil mewakili Indonesia untuk diikutsertakan pada ajang piala Oscar pada kategori film Berbahasa Asing.

 

Salawaku

Salawaku adalah seorang bocah yang bertempat tinggal di Maluku dan berjuang untuk mencari kakaknya bernama Baniyah. Dalam perjalanannya tersebut ia dibantu oleh seorang gadis kota, Saras, yang sedang berlibur di Pulau Seram. Tak lama menyusul Kawanua yang merupakan kakak angkat Salawaku yang akhirnya turut membantu mencari keberadaan Baniyah. Sepanjang perjalanan tersebut mereka bertiga terlibat dalam drama dan berbagai kepentingan.

 

Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Film ini dibintangi oleh actor tampan Chicco Jerikho dan menceritakan perjuangan Sani Tawainella, seorang mantan pemain sepakbola Indonesia U-19 untuk memburu bakat-bakat terpendam di kawasan Maluku. Sani yang mendirikan sekolah sepakbola dengan misi awal membuat anak-anak melupakan konflik internal di kawasan tersebut, lambat laun akhirnya semakin maju dalam mendidik mereka. Kepala daerah akhirnya menunjuk Sani untuk menjadi pelatih serta membawa nama Maluku ke kancah nasional. Film ini menunjukkan bagaimana sesungguhnya eratnya solidaritas berbagai suku serta agama para penduduk yang mempunyai sebuah tekad mengharumkan nama Maluku.

 

Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara

Film ini mengisahkan tentang Aisyah, seorang guru muda yang ditugaskan untuk menjadi pendidik di sebuah desa terpencil di kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Banyak konflik yang terjadi mengiringi perjuangannya terutama yang berkaitan dengan agama serta budaya setempat yang jauh berbeda dengannya. Apalagi seorang siswa bernama Lordis Defam juga sangat membenci Aisyah. Dapatkah Aisyah meraih cita-citanya di tempat tersebut? Selain Laudya Cintya Bella, turut terlibat dalam film adalah comedian tunggal Ari Kriting yang tampil cukup serius berbeda dari penampilannya di panggung.

 

Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak ini dibintangi oleh Marsha Timothi, Dea Panendra, Yoga Pratama, serta Egi Fredly. Film ini sukses meraih berbagai penghargaan pada ajang film internasional. Marlina adalah seorang janda yang berasal dari perbukitan di Pulau Sumba yang sesungguhnya mempunyai kehidupan Dewa poker yang tenang dan biasa. Hidupnya jungkir balik seketika saat ia menjadi korban penyerangan serta perampokan oleh gerombolan penjahat.

 

Marlina harus membunuh beberapa pria untuk membela dirinya hingga akhirnya ia harus menempuh perjalanan demi mendapatkan keadilan dan pembalasan atas nasibnya tersebut.  Bahkan ia harus mendapatkan terror dari hantu tanpa kepala yang mengikutinya terus-menerus. Nah, bagaimana nasib Marlina berikutnya?

 

Nah, yang manakah yang menjadi pilihan Anda dari deretan film di atas?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>