TheFiiix.com

TheFiiix.com

Everything Is Here

Darmin dan Sri Mulyani Enggan Komentar Tentang Pemindahan Ibu Kota

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menolak menanggapi komentar terkait dengan rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke salah satu kota yang ada di Kalimantan. Darmin sendiri mengaku bahwa kita semua masih menunggu hasil kajian yang saat ini sedang digodok oleh Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Rancangan Masih digodog

Darmin mengatakan pada hari Kamis (6/7) lalu, “Biarlah studinya selesai dulu dari Bappenas. Saya jangan komentar dulu.”

Tak jauh berbeda juga dengan Darmin, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati hanya memberikan senyuman saat ditanya awak media soal proyeksi kebutuhan dan juga porsi penggunaan anggaran pemindahan ibu kota dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Sebelumnya, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemindahan ibu kota memang masih dikaji dan juga dikaji terus oleh instasinya. Dari kajian awal, memang kajian ditargetkan bakal selesai pada tahun ini, 2017, sehingga proses persiapan pemindahan bisa dilakukan mulai tahun 2018 mendatang. Tapi secara keseluruhan, pemindahan ibu kota tidak lah singkat. Perlu waktu sekitar 4 sampai 5 tahun untuk melakukan rencana pemindahan ibu kota.

Kemudian yang menjadi garis besar adalah soal penggunan APBN untuk pemindahan ibu kota. Namun pemerintah berencana untuk menggunakan APBN seminimal mungkin sehingga pemerintah akan melakukan upaya pembangunan ibu kota baru di luasan lahan milik pemerintah sendiri. di samping itu, guna menghemat APBN, pemerintah juga berencana menggandengn pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (Public Private Partnership/PPP). Salah satu caranya adalah melalui skema pemilikan lahan oleh pihak swasta. Sayang sekali, rencana ini belum bisa dibeberkan secara lebih jauh oleh Bambang.

Harapan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke salah satu kota di Kalimantan adalah adanya harapan bahwa ini akan menjadi jurus jitu bagi pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi yang mana saat ini 40% masih terpusat di Jawa.

Wacana Pemindahan Ibu Kota Bagai Mimpi di Siang Bolong

Dinilai karena kebutuhan pembentukan ekonomi baru, pemerintah berencana memindahkan ibu kota Indonesia dari DKI Jakarta ke salah satu kota yang aada di Kalimantan. Wacana pemindahan ibu kota ini bukan lagi hal yang baru. Wacana sudah sering sekali bergulir bahkan sudah sejak era Presiden Soekarno. Soekarno pernah mewacanakan pemindahan ibu kota ke Palangkaraya. Presiden Soeharto dna Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah mewacanakan itu.

Mengapa realisasi pemindahan ibu kota selalu gagal pada era sebelumnya adalah karena besarnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk pemindahan ibu kota. Bappenas saat ini tengah mengkaji dan mengkaji soal ini termasuk tentang pendanaannya. Kajian itu ditargetkan bakal rampung pada tahun ini. bambang Brojonegoro berharap bahwa dua tahun ke depan sudah bisa mulai aktivitas pemindahan ibu kota. Ia juga mengaku bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Jokowi.

Namun demikian, sampai saat ini pemerintah belum juga mengumumkan ke mana akan memindahkan pusat pemerintahan. Namun belum lama ini, Bambang sempat menyebutkan kota Palangkaraya yang bakal menggantikan Jakarta. Jokowi sendiri masih enggan berkomentar karena belum ada kepastian. “Nanti saya infokan,” ungkapnya. Namun wacana itu diprediksi oleh seorang ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bima Yudistira, bakal kembali menjadi wacana semata, sama seperti wacana pemindahan ibu kota poker online sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>